Kenangan Anakku Ketika Masih Imut

Standar

Gambar

Iklan

Obama Jadi “nabi” Berwahyu Internet

Standar

Obama ibarat nabi. Ia disanjung dan dihormati oleh semua masyarakat dunia. Saat inagurasi yang digelar di gedung Capitol Hill Washington DC, hampir semua media ikut memberitakan positif dan selalu mengupdate informasi secara online. Di Indonesia, 10 TV nasional di Indonesia menyiarkan serentak pesta pelantikan “Raja Dunia” ini.

Ketika kaki Obama beserta istri, Michelle Obama memasuki halaman utama Capitol Hill, senyum manis—khas Afro-Amerika—ia tampakkan. Sesaat sebelum dilantik, ia menyempatkan diri mengikuti ritual minum kopi bersama George W Bush di sebuah ruangan Capitol Hill.

Mantan Presiden George Bush, Bill Clinton dan Hilary, George W Bush juga hadir. Tak ketinggalan juga Wapres Dick Cheney sambil menggunakan kursi roda juga turut serta. Acara tampak meriah dengan kehadiran Arerha Frankin yang memimpin nyanyian lagu “My Country Tears of Thee”.

Khutbah Obama yang mengenakan jas hitam dengan dasi merah membuat 2 juta masyarakat yang hadir tercenang. Tak satupun orang bicara. Awal khutbahnya, Obama menyatakan bahwa Amerika selalu mendapat pujian. Namun ia mengakui bahwa tantangan yang dihadapi makin besar. Namun Obama yakin, AS dapat mengatasi tantangan tersebut.

Harapan Obama adalah adalah bagaimana tujuan AS mampu mengatasi konflik sebagaimana tujuan proklamasi—tidak menjadi janji usang. AS tetap terus maju untuk capai cita-cita mulia.

Warga AS juga dihimbau harus bekerja keras merehabilitasi AS. Termasuk dalam mengatasi krisis ekonomi dengan menuntut tindakan kongkrit. Selain itu, keberhasilan ekonomi tergantung juga pada kesejahteraan rakyat.

Satu hal yang menarik adalah seruan Obama untuk masyarakat muslim dunia agar berjalan berdasarkan nilai kebersamaan. Sebab bagi Obama, AS adalah Negara murah hati dan dan mempunyai tekad sosial. Obama siap juga instropeksi mengenai kinerja Amerika. Lambaian tangan mengakhiri langkah dia setelah berakhirnya khutbah dan mencium istri dan anaknya.

Barack Obama patut disanjung. Ia merupakan pencetak sejarah sebagai presiden kulit hitam pertama bagi Amerika Serikat setelah mengalahkan McCain dengan merebut sejumlah kantung suara Partai Republik.

Obama yang diusung oleh Partai Demokrat memenangkan banyak negara bagian melebihi rekor partai Demokrat pada pemilu tahun 2004, termasuk merebut 3 negara bagian yang selama ini disebut sebagai kantung suara Republik yaitu Ohio, New Mexico dan Iowa.

Sementara beberapa negara bagian yang mengambang dilaporkan ditutup dengan hasil yang seimbang bagi kedua kandidat. Dalam penghitungan terakhir di Indiana dan North Carolina, hanya sekitar 0.5% margin perbedaan antara Obama dan McCain.

Saat penghitungan hasil Pemilu Amerika berakhir, mencapai 50.7% untuk Senator Obama dari Partai Demokrat dan 48.2% untuk Senator McCain. Hasil pemilihan di Jakarta juga dimenangkan oleh Obama. Jumlah pendukung Obama mencapai 75%.
Pesan Bush

Ada satu tradisi Amerika yang dijadikan ritual setiap pergantian tampuk kepemimpinan petinggi Negara Adikuasa ini. Tradisinya yaitu dengan meninggalkan pesan tertulis untuk presiden penggantinya yang diletakkan di Meja Resolusi yang terletak di ruang oval, Gedung Putih. Meja Resolusi dijadikan sebuah nama, karena meja tersebut dibuat dari kayu bekas kapal Inggris yang memiliki nama itu.

Bush menyempatkan menulis surat untuk Obama pada hari Senin dan meletakkannya di laci teratas meja resolusi. Masa akhir Bush ssebelum meninggalkan Gedung Putih sempat menghubungi Menlu AS Condoleezza Rice, Penasehat Keamanan Nasional Stephen Hadley, dan mantan kepala staf Gedung Putih Andy Card.

Bush memberikan salam untuk Obama seraya berkata beri saya ciuman di kening yang tidak terlupakan.

Ungkapan Bush ini menjadi pesan bagi Obama agar tetap melanjutkan kemenangan dunia yang telah dirintisnya. Ia berharap agar Amerika semakin maju. Rupanya Bush mencoba mengubur sejarah panjang Afro-Amerika mengenai konflik rasial.

Bahkan Venus dan Serena Williams petenis tanggung Amerika berkulit hitam sangat bangga dengan Obama. Padahal kakak beradik itu tidak mengikuti pemilihan presiden tahun lalu karena faktor keyakinan. Mereka adalah pengikut/jemaat Saksi Jehovah (Jehovah’s Witnesses), yang tidak diperkenankan memilih.

Walau demikian rasa hormat pada Obama sangat tinggi dan bangga dengan sejarah yang dicetak oleh Obama ini.

Obama nabi?

Terlalu berlebihan dan mungkin menyinggung perasaan kaum muslim kalau saya mengatakan Obama adalah nabi. Nabi yang kami maksudkan adalah dalam konteks normatif/lughowi yang bermakna mengabarkan (nabba’a/anba’a bimakna akhbara). Atau nabi yang berarti tinggi (naba).

Sebab Obama banyak memberikan pencerahan bagi Amerika dan bahkan isu mengenai ia seorang Muslim sempat digaungkan untuk mematahkan penguasa yang berkulit hitam ini. Namun isi itu mentah dengan sendiri.

Dengan demikian, Obama mampu memberikan kabar kebenaran bagi seluruh dunia dan ia juga mampu meninggikan derajat warga minoritas yang terdzolimi selama ini di negeri terkaya itu.

Bahkan Obama ibarat rasul—yang bisa memberikan bimbingan dan arahan bagi para pendukungnya. Ia juga bisa mengutus semua delegasi relawannya untuk mempercayakan dirinya, bahwa ia akan tampil lain dan memberikan pencerahan dengan gaya yang berbeda di Amerika.

Nampaknya Obama telah mendapatkan sebuah wahyu dari dunia maya, bernama internet. Karena dengan media yang satu ini, dirinya menjadi sukses melangkah ke gedung putih. Layak diakui, dukungan teknologi, khususnya internet adalah salah satu sarana penting dalam mewujudkan kemenangan Barack Obama. Terpilihnya Obama sebagai presiden Amerika Serikat ke-44 tak bisa dipisahkan dari kepiawaian tim kampanyenya melihat peluang di internet. Media informasi yang lain juga ikut andil aktif andil dalam memenangkan Obama.*)

Ditulis oleh M. Rikza Chamami, Pengagum Obama dan Dosen Sejarah Peradaban IAIN Walisongo Semarang

SILABUS SEJARAH PERADABAN ISLAM

Standar

SILABUS MATA KULIAH SEJARAH PERADABAN ISLAM

PROGRAM KUALIFIKASI SARJANA/STRATA SATU (S-1)

GURU RA DAN MADRASAH

FAKULTAS TARBIYAH IAIN WALISONGO SEMARANG

DOSEN: M. RIKZA CHAMAMI, MSI

  1. A. Informasi Umum

Nama Mata Kuliah          :  Sejarah Peradaban Islam (SPI)

Program Studi                :  S-1

Bobot                            :  4 SKS

  1. B. Deskripsi

Sejarah merupakan realitas masa lalu, keseluruhan fakta, dan peristiwa yang unik dan berlaku. Hanya sekali dan tidak terulang untuk yg kedua kalinya. Oleh karena itu, ada pandangan bahwa masa silam tidak perlu dihiraukan lagi, anggap saja masa silam itu ”kuburan”. Pandang ini tentu saja sangat subyektif dan cenderung apriori sekaligus tidak memiliki argumentasi yang kuat. Tapi bagaimanapun sebuah perirtiwa pada masa silam bisa dijadikan pandangan untuk kehidupan yang akan datang agar lebih baik.

Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam (SPI) merupakan mata kuliah wajib untuk program studi S-1 di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang. Dalam perkuliahan matakuliah ini mahasiswa akan diarahkan pada cara memahami Islam, baik Islam sebagai agama, budaya dan ilmu. Islam mempunyai rangkaian sejarah panjang yang tidak dapat dilupakan. Dimana dalam konteks peradaban, Islam mempunyai segudang bukti sejarah kemajuan dan perkembangan dari semua aspek.

Hal ini tentu harus dipahami secara betul oleh para mahasiswa karena Islam mempunyai karakter yang unik dalam kehidupan keberagamaannya. Oleh sebab itu, kajian seputar Sejarah Peradaban Islam dipandang sangat perlu untuk dikaji secara mendalam. Sehingga dalam proses pemahaman keislaman akan lebih utuh ketika betul-bentul paham dan mengerti tentang Sejarah Peradaban Islam.

  1. C. Tujuan Mata Kuliah

1. Memberikan pemahaman yang utuh mengenai Sejarah Peradaban Islam
2. Memberikan kajian tentang pendekatan-pendekatan sejarah

3. Memberikan pemahaman objektif seputar fakta Sejarah Peradaban Islam

  1. D. Pokok Bahasan
  1. Pengantar Sejarah Peradaban Islam
    1. Arti Sejarah, Peradaban dan Islam
    2. Diskursus Kebudayaan dan Peradaban
    3. Hubungan Al-Qur’an dan Hadits dengan Peradaban
    4. Metodologi Penulisan Sejarah
  1. Peradaban Islam Rasulullah Periode Makkah (610 – 622 M)
    1. Peradaban Arab Sebelum Islam
    2. Dakwah Makkah Nabi Muhammad
    3. Pembentukan Sistem Sosial di Makkah
  1. Peradaban Islam Rasulullah Periode Makkah (622 – 632 M)
    1. Arti Hijrah Nabi ke Madinah
    2. Dasar Berpolitik Negeri Madinah
    3. Piagam Madinah: Darussalam dan Darul Islam
  1. Periode Khulafaur Rasyidin (632 – 661 M)
    1. Pembentukan Kekhilafahan dan Sistemnya
      1. Abu Bakar (632 – 634 M)
      2. Umar bin Khattab (634 – 644 M)
      3. Utsman bin Affan (644 – 656 M)
      4. Ali bin  Abi Thalib (656 – 661 M)
      5. Tipe Kepemimpinan Khalifah
      6. Kontribusi Khalifah dalam Peradaban Islam
  1. Dinasti Umayyah (661 – 750 M)
    1. Pendirian Dinasti Umayyah
    2. Pola Pemerintahan Dinasti Umayyah
    3. Ekspansi Wilayah Dinasti Umayyah
    4. Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Umayyah
  1. Dinasti Abbasiyyah (750 – 1258 M)
    1. Pendirian Dinasti Abbasiyyah
    2. Pola Pemerintahan Dinasti Abbasiyyah
    3. Ekspansi Wilayah Dinasti Abbasiyyah
    4. Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Abbasiyyah
  1. Islam di Andalusia (Spanyol)
    1. Sejarah Penguasaan Islam di Spanyol
    2. Kemajuan Peradaban Islam Spanyol
    3. Kemunduran Peradaban Islam Spanyol
  1. Tiga Kerajaan Besar
    1. Turki Usmani hingga Mustafa Kemal (1300 – 1922 M)
    2. Dinasti Safawi Persia hingga Khumaini (1501 – 1732 M)
    3. Dinasti Mugal India hingga Terbentuknya Bangladesh
  1. Peradaban Islam Asia Tenggara
    1. Sejarah Islam di Asia Tenggara
    2. Kemajuan Agama Islam Asia Tenggara
    3. Moderenisasi Islam Asia Tenggara

10.  Peran Walisongo dalam Peradaban Islam Indonesia

  1. Walisongo dan Dakwah Islam
  2. Model Penyebaran Islam Walisongo
  3. Kemajuan Islam Periode Walisongo

11.  Peradaban Islam Indonesia Pra Kemerdekaan

  1. Teori Kedatangan Islam di Indonesia
  2. Sejarah Awal Masuknya Islam Indonesia
  3. Agama dan Kekuatan Politik Masa Kolonialisme

12.  Peradaban Islam Indonesia Pasca Kemerdekaan

  1. Islam Indonesia dalam Masa Revolusi
  2. Peran Islam dalam Kemerdekaan
  3. Peradaban Islam dan Negara Pancasila
  1. E. Referensi Pokok
  • Azyumardi Azra, Historiografi Islam Kontomporer: Wacana Aktualitas dan Aktor Sejarah, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2002.
  • Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam: Dirasah Islamiyyah II, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2003.
  • Dedi Supriyadi, Sejarah Peradaban Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2009.
  • Jaih Mubarak, Sejarah Peradaban Islam, Bandung: CV Pustaka Islamika, 2008.
  • K. Ali, Sejarah Islam (Tarikh Pramodern), Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2003.
  • M. Abdul Karim, Islam Nusantara, Yogyakarta: Pustaka Book Publisher, 2007.
  • M. Abdul Karim, Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam, Yogyakarta: Pustaka Book Publisher, 2007.
  • Moh Nurhakim, Sejarah dan Peradaban Islam, Malang: UMM Press, 2004.
  • Musyarifah Sunanto, Sejarah Peradaban Islam Indonesia, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2005.
  1. F. Sistem Perkuliahan

1. Ceramah

Dosen memberikan penjelasan dalam perkuliahan ketika membuka mata kuliah dan klarifikasi persoalan dalam perjalanan diskusi kelas.

2. Presentasi

Semua mahasiswa wajib mempresentasikan makalah yang dibuat secara individu. Presentasi dilakukan secara berkelompok sesuai dengan urutan pokok bahasan mata kuliah. Dalam presentasi makalah menggunakan alat bantu LCD dengan menyajikan presentasi power point (minimal 5 halaman) yang menayangkan point-point makalah. Khusus untuk slide power point dapat dibuat oleh perwakilan kelompok.
3. Resitasi (Tugas)

  • Membuat makalah dengan format tema sesuai daftar bab dalam silabus (minimal 8 halaman font times new roman spasi 1,5 dengan menggunakan 4 buku referensi)—disertai dengan halaman sampul dan biodata singkat mahasiswa
  • Makalah dikumpulkan kepada Dosen setiap maju presentasi dan difotocopy kepada suluruh mahasiswa
  • Makalah dipresentasikan di depan kelas secara berurutan

4. Mid-Semester dan Ujian Akhir Semester

Waktu dan tempat ujian Mid-Semester dan Ujian Akhir Semester ditentukan oleh Fakultas Tarbiyah. Soal Mid-Semester dan Ujian Akhir Semester disiapkan Dosen dengan mengambil materi-materi kuliah yang telah didiskusikan dalam kelas.

  1. G. Sistem Evaluasi

Perkuliahan ini akan memberi bobot nilai pada komponen-komponen berikut:

a. Kehadiran                                             10%

b. Tugas Individu                                      10%

c. Aktifitas perkuliahan                  10%

d. Ujian Tengah Semester              30%

e. Ujian Akhir Semester                 40%

SOAL SEMESTERAN PAI-2 C

Standar

SOAL SEMESTERAN PAI-2 C

Mata Kuliah : Sejarah Peradaban Islam I

Kelas : PAI-2 C

Kode : INS-1111

Bobot : 2 SKS

Dosen : M. Rikza Chamami, MSI

Tgl : 20 – 06 – 2008

Ketentuan:

Semua soal dikerjakan dengan benar dan detail di lembar jawaban

Jawaban menggunakan bahasa Indonesia yang baku sesuai dengan kaidah ilmiah (kalau mengutip pendapat tokoh diwajibkan menyebutkannya sebagai kejujuran akademik)

Diperbolehkan membuka catatan

Haram bekerjasama, dan apabila ditemukan jawaban yang mirip (baik dari penyusunan kata maupun improvisasi jawaban), tidak ada toleransi dari Dosen. Dan mahasiswa dinyatakan GUGUR dalam tes semester.

SOAL

1. Evidensi sejarah khulafa’ur rasyidin diwarnai dengan peperangan dan pembunuhan khalifah. Walau demikian kejayaan Islam masa khulafa’ur rasyidin (634-660) mampu melakukan ekspansi ke berbagai daerah. Sebutkan daerah yang dikuasai masing-masing khalifah! Dan kenapa harus dengan cara perang? Padahal Islam adalah agama yang cintai damai dan humanis!

2. Piagam Madinah (al-Waşā’iq al-‘Udzmā) diakui sebagai simbol perjanjian damai antar umat beragama di dunia. Apa latar belakang (politik, ekonomi dan sosial) yang dibangun Nabi dalam mengeluarkan piagam tersebut? Bagaimana respon non-Muslim di Madinah?

3. Peristiwa tahkim (arbitrase) antara Ali dan Mu’awiyah yang terjadi pada hari Rabu bulan Safar tahun 37 H mempunyai makna sejarah yang beragam. Apa isi dari tahkim tersebut? Terbagi menjadi berapa sekte umat Islam saat itu? Sebutkan beserta akidah-akidahnya (implikasi politik & teologi)? Buatkan bagan secara singkat!

4. Islam sangat berkembang di Spanyol sejak masa Daulah Umayyah berkuasa. Jelaskan apa perkembangan Islam Spanyol dan siapa tokoh-tokoh yang berjasa?

5. Dari makalah yang Saudara presentasikan di kelas, apa yang anda pahami tentang substansi makalah itu? Jelaskan!

– – oOo – –

Selamat Mengerjakan, Semoga Sukses

SOAL PAI-2 D

Standar

SOAL PAI-2 D

Mata Kuliah : Sejarah Peradaban Islam I

Kelas : PAI-2 D

Kode : INS-1111

Bobot : 2 SKS

Dosen : M. Rikza Chamami, MSI

Tgl : 20 – 06 – 2008

Ketentuan : Semua soal dikerjakan dengan benar dan detail di lembar jawaban

Jawaban menggunakan bahasa Indonesia yang baku sesuai dengan kaidah ilmiah (kalau mengutip pendapat tokoh diwajibkan menyebutkannya sebagai kejujuran akademik)

Diperbolehkan membuka catatan

Haram bekerjasama, dan apabila ditemukan jawaban yang mirip (baik dari penyusunan kata maupun improvisasi jawaban), tidak ada toleransi dari Dosen. Dan mahasiswa dinyatakan GUGUR dalam tes semester.

SOAL

1. Peristiwa tahkim (arbitrase) antara Ali dan Mu’awiyah yang terjadi pada hari Rabu bulan Safar tahun 37 H mempunyai makna sejarah yang beragam. Apa isi dari tahkim tersebut? Terbagi menjadi berapa sekte umat Islam saat itu? Sebutkan beserta akidah-akidahnya (implikasi politik & teologi)? Buatkan bagan secara singkat!

2. Bagaimana peta politik Daulah Umayyah dan Daulah Abbasiyah? Apa sistem politik yang dikembangkan masing-masing daulah tersebut? Dan apa perbedaan paling dominan dari aspek pengembangan politik, sosial dan pendidikan Daulah Umayyah dan Daulah Abbasiyah?

3. Masa desintegrasi muncul sejak akhir kepemimpinan Bani Umayyah. Namun lebih kuat lagi terjadi pada masa Daulah Abbasiyah. Ketika itu terjadi pemerdekaan daerah-daerah berkebangsaan Persia, Turki, Kurdi dan Arab. Sebutkan dinasti-dinasti propinsiil tersebut! Dan apa faktor yang menyebabkan desintegrasi menjamur? Dan bagaimana Anda menilai peperangan dalam Islam?

4. Apa yang Anda pahami tentang perkembangan Peradaban Islam masa kini? Jelaskan!

5. Dari makalah yang Saudara presentasikan di kelas, apa yang anda pahami tentang substansi makalah itu? Jelaskan!

– – oOo – –

Selamat Mengerjakan, Semoga Sukses

“Mremo” (di) Bulan Ramadan

Standar

Oleh: M. Rikza Chamami, MSi


Suasana Ramadan di Kudus nampak unik. Suara mesin gemricik tak henti-henti terdengar dari pagi hingga larut malam. Suasana ini nyata terjadi di pelosok desa Langgardalem, Kauman, Purwosari, Damaran—yang notebene basis konveksi.

Bila berjalan ke utara, tepatnya di Kajeksan, Krandon dan Singocandi kondisinya agak beda. Disana yang terdengar adalah sayup-sayup dhog dhog dhog, tak lain bunyi martil (palu/pethik) yang digunakan nuthuki sandal dan sepatu. Asap hitam PUN mengepul ke angkasa dengan jilatan bara merah pertanda pembakaran genteng juga marak di Papringan. Walau kadang hujan tiba, produsi genteng dan batu bata tetap jalan.

Suasana pasar dari mulai Jetak, Jember, Bubar, Bitingan, Kliwon hingga Bareng juga tak pernah sepi. Hampir di setiap sudut pasar lalu lalang bakul tak pernah berhenti. Ada yang menawar dagangan, membeli barang dan tak jarang yang menagih hutang bulan sebelumnya. Wajar saja! Ini bulan Ramadan, atau Wulan Poso. Ramadan bagi wong Kudus ibarat bodo (hari raya). Maksudnya segala bentuk dagangan yang ada selalu saja laku, atau malah kadang kekurangan stok.

Namun kadang ada yang kurang percaya. Anggap saja di “kawasan industri” pengrajin sandal dan sepatu ada 50 pengrajin. Anehnya, pada bulan suci Ramadan semuanya membuat sandal dan tak sepi dari pesanan. Gampangnya begini! Kalau dalam sehari satu produsen bisa memproduk 3 kido, berarti sehari tercipta 150 kodi. Berarti asumsinya dalam 30 hari ada sandal sekitar 4500 kodi, atau 90.000 pasang. Lho kok laku semua, siapa saja yang beli? Padahal sandal itu setahun sekali memakainya. Belum lagi persaingan global dengan produksi pabrik yang lebih marketable dan layak pakai.

Kadang memang tak habis pikir. Orang Kudus nampak bertambah semangat bekerja ketika Ramadan datang. Bahkan ketika Ramadan mau habis, ada yang nggremeng; “Waduh Poso terus yo penak, iso cepet sugih”. Inilah bukti bahwa Ramadan juga memberikan peluang meningkatkan bisnis sebab regulasi ekonomi dalam bulan suci cukup prospektif.

Hal demikian disebabkan oleh tingkat kebutuhan konsumen bertambah untuk membeli “barang baru”. Selain itu pula, masyarakat pengguna juga banyak memegang duwit, ada yang terima THR, mbuka celengan, terima sahuran hutang dan atau menerima zakat. Sehingga akumulasi “sugih ndadak” waktu itu sangat dimungkinkan.

Kebahagiaan berbisnis dalam momentum Ramadan oleh orang Kudus disebut Mremo, menjual barang dengan laris dan harga lebih tinggi. Maka orang di pasar-pasar sering ditanyai temannya; “Piye ‘preman’-mu Bos, rame po ora?” Tentu bagi orang yang tak kenal logat Kudusan dia bingung. Kok “preman”? Apa maksdunya? Kalau tak pernah dengar tentu tercengang. Atau malah berprasangka buruk. “Wah pasti mereka suka mbajak, nyolong, njambret dsb. Padahal yang dimaksud “preman” bagi pedangan adalah mremo. Mremo gampangnya adalah kata kerja, sedangkan “preman” merupakan kata sifat.

Gairah bekerja di Kudus seakan sirna seketika semenjak bunyi sirine Pabrik Gula Rendeng berbunyi Ngung, pertanda pukul empat sore. Para buruh meninggalkan kerja dan pulang sembari menenteng kolak, es buah, es chao, es degan, sego pecel dan lain sebagainya. Secara kompak tanpa komando semuanya kembali pada keluarga untuk buka bersama. Begitu Ngung berbunyi panjang dan adzan maghrib dikomandangkan tiba saatnya berbuka para santri berdo’a; Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu wa bika amantu, birahmatika ya arhamarrahimin.

Setelah masuk arena ibadah, mereka sak yek sak eko proyo untuk menjalankan tarawih (ada yang 8 raka’at dan ada yang 20 raka’at). Begitu tarawih selesai dampar masjid ditata rapi dan dimulailah tadarus al-Qur’an dengan tartil. Mereka khusyu’ memanjatkan kalimat thoyyibah dan dzikir, seakan lupa pekerjaannya. Yang menjadi beda ketika Ramadan, setelah tadarus para wiraswastawan kembali kerja lembur hingga jan 22.00 WIB.

Dua hal yang mungkin paradoks dirasakan. Orang Kudus pagi-sore bekerja. Setelah itu, buka puasa, tarawih dan tadarus diikutinya. Begitu tadarus rampung, mereka kembali kerja. Semunya dijalankan dengan semangat ganda, ibadah dan cari nafkah.

Kesucian bulan ramadan ini mengandung dua hikmah. Pertama, dari aspek ubudiyyah memberikan iming-iming limpatan pahala dan kedua, aspek peningkatan ekonomi menjamin peluang untuk memajukan masyarakat. Dengan demikian, maka orang Kudus dapat mremo ibadah dan mremo dagangan. Semoga kesucian Ramadan menjadi berkah bagi seluruh umatnya. Walaupun ada isu kenaikan harga BBM disusul kenaikan harga sembako, setelah mremo tidak akan gelisah. Wallahu a’lam.

Merajut Ukhuwah Muslim-Cina Kudus

Standar

Oleh: M. Rikza Chamami, MSi

Gemerlap cahaya merah menyinari ruangan Klenteng Hok Ling Bio sebelah tenggara Masjid Al-Aqsha Menara. Adzan menggema dari menara setinggi 17 meter yang konon dibawa dari Arab Saudi. Pak Kaji dan Bu Kaji berdagang, baik souvenir dan oleh-oleh jenang Kudus di area Masjid. Di lokasi yang sama, Koh dan Cik membuka tokonya dengan menjual sembako dan aneka ragam makanan kemasan.

Tanpa mengingat peristiwa berdarah 31 Oktober – 1 November 1918, mereka berjualan, tanpa membedakan agama, suku dan warna kulit. Padahal, 87 tahun silam, di tempat ini terjadi huru-hara pribumi-Cina yang sedikitnya merenggut 40 nyawa, mencederai 58 orang dan 43 bangunan rumah orang Cina luluh lantak dimakan si jago merah.

Tragedi berdarah ini terjadi akibat kesalahpahaman dan provokasi. Ketika kaum berpeci bergotong-royong membangun “rumah Allah”, datang serombongan warga Cina dengan Liong Samsi yang menggema. Secara mendadak, terjadi aksi pukul akibat berpapasan dan tak ada yang mau mengalah. Sisi lain, rombongan Cina berpakaian ala haji memadu mesra seorang perempuan. Inilah pemicu konflik pribumi-Cina Kudus yang akhirnya 69 tokoh Muslim harus mendekam berbulan-bulan di “jeruji besi”.

Mestinya insiden itu tak terjadi! Karena ukhuwah umat Islam dan keturunan Tionghoa sudah terjalin sejak Sayyid Ja’far Shodiq masuk ke Loram. Kala itu, Koedoes Tempo Doeloe mempunyai tokoh sepuh bernama The Ling Sing. Tokoh Tionghoa inilah yang akhirnya menjadi mitra Sunan Kudus untuk mendirikan Balad al-Quds. Sebuah fenomena sejarah kemesraan Muslim dan Cina pada awal berdirinya “Kota Suci”.

Sekedar membuka lembar sejarah. Kudus memang sudah dikenal dalam Babad Tanah Jawi sejak pembukaan hutan Bintara oleh Raden Patah seijin Raja Majapahit. Artefak berciri khas Hindhu juga ditemukan di pemukiman tersebut. Panil batu dengan sengkelan trisula pinulet naga yang menunjukkan angka 885 H/1480 ditemukan di Langgardalem. Dan di mihrab Masjid Menara tertulis tahun 956 H/1549 yang dijadikan pengabadian berdirinya kota Kudus.

Konon, Mbah Sunan juga melarang pengikutnya menyembelih sapi. Sebab sapi dikultuskan oleh umat Hindhu. Lain dari pada itu, folklor Kudus juga menyebutkan bahwa sapi betina pernah berjasa pada Kanjeng Sunan. Ketika pulang dari Pajang, dia beserta bala tentaranya kehausan di tengah lading kering saat musim kemarau. Datanglah seekor sapi betina yang susunya bisa dinikmati seluruh rombongan.

Berinisitiflah ia mengikat sapinya yang diberi nama “Kebo Gumarang” di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi setelah pidato Sunan Kudus tentang surat al-Baqarah yang berarti “sapi betina” dengan digubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti kelanjutannya. Sebuah pendekatan yang tampaknya mengadopsi cerita 1001 malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah.

Tiga petinggi Kudus dari mulai Sunan, Panembahan dan Pangeran banyak memberikan contoh kemesraan beragama. Maka pencitraan Kudus sebagai “kota damai” seyogyanya tetap dijaga. Keharmonisan beragama akan menjamin ketentraman dan menunjang kemajuan serta kemapanan ekonomi.

“Perayaan 600 tahun Pelayaran Cheng Ho” di Semarang patut direnungkan! Laksamana kelahiran Provinsi Yunan 1371 blasteran Asia Tenggara-Cina ini disebut sebagai pelaut Cina beragama Islam penyebar toleransi. Strategi yang digunakan Cheng Ho adalah elaborasi dakwah Nabi Muhammad, Tao Zhugong, Konfusiusme dan Lautze. Cheng Ho beda dengan pelayar Eropa yang kejam dengan kolonisasi dan misi perampasan dunia. Akhirnya ia berhasil berlayar tujuh kali selama 28 tahun memimpin 208 kapal dan 28.000 orang.

Kalau Semarang punya Cheng Ho, Kudus punya Kyai Telingsing. Maka napak tilas perjalanan Kyai Telingsing juga menjadi satu budaya yang patut dikembangkan. Sampai sekarang, makamnya banyak dikunjungi warga keturunan Cina untuk minta berkah. Kyai Telingsing adalah tokoh milik semua umat. Tauladan yang dibangun antara Sunan Kudus dan Kyai Telingsing adalah simbol keharmonisan Muslim dan Cina.

Untuk mewujudkan Kudus Society, patut kiranya merajut kembali ukhuwah Muslim dengan Cina. Satu hal riil adalah dengan mengabadikan tokoh Kyai Telingsing sebagai pahlawan penyambung kultur Cina dan Islam. Keuletan, kegigihan dan etos kerja yang dimiliki warga Kudus adalah hasil sintesa kebudayaan Islam dan Cina.

Dalam kepentingan ekonomi, ukhuwah Muslim dengan Cina Kudus akan menarik minat investor luar negeri masuk ke Kudus. Sumbangan dua sektor penting industri pengolahan dan perdagangan yang mencapai 62,26% dan 26,27% akan bertambah melambung tinggi dengan perwujudan iklim toleran dan harmonis di Kudus.*